Anggaran Belanja Jasa Piket Petugas Penjaga Sirine Tsunami Tahun 2020 Dipertanyakan

Tanggamus, Detak Media.com

Mengenai jasa piket petugas penjaga sirene Tsunami, wartawan detakmedia.com pernah mendatangi kantor Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus yang Diduga fiktip pada 16 Juni 2021 lalu.

Menurut Seketaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Memgatakan, menurutnya pihaknya tidak pernah mengeluarkan anggaran untuk dana jasa piket petugas penjaga sirine.

“Itu mah langsung BMKG bukan dari BPBD, Anggarannya pun Langsung dari BMKG kita hanya Ketumpangan alatnya saja,” Kata sekertaris BPBD, saat dikonfirmasi di kantornya.

Namun Informasi yang di dapat wartawan detakmedia.com mengenai informasi terkait Belanja Jasa Piket Petugas Penjaga Sirine Tsunami yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda, Kuripan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, yang terletak di Ruang Terbuka Hijau Ir. Soekarno atau yang lebih di dengar dengan sebutan Taman Kota, Dinas BPBD mempunyai Anggaran dana yang di realisasikan Rp.145.000.000.00,- untuk Anggaran Tahun 2020.

Menurut keterangan warga setempat yang tidak mau di sebutkan namanya, Kalau dia sering berkunjung di Ruang Terbuka Hijau Ir. Soekarno atau yang lebih di dengar dengan sebutan Taman Kota, saat awak media detakmedia.com Mengenai penjaga atau petugas Sirene Stunami, beliau tidak pernah melihat bahkan dia juga tidak tau jika ada Petugas Penjaga Sirene Tsunami, “Ujarnya. (12/07/2021)

Tak hanya sampai di situ saja, Awak detakmedia.com yang pernah juga mengkomfirmasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpolpp) yang sedang bertugas di Rumah Dinas Bupati Tanggamus (Lamban Balak) Mengenai Petugas Penjaga Sirine Tsunami di Taman Kota, menurutnya kalo petugas penjaganya tidak ada namun setiap tanggal 26 pasti ada yang kontrol untuk mengetesnya, “Tuturnya saat di komfirmasi bulan lalu, Rabu (09 Juni 2021)

Mengenai terkait Masalah Anggaran belanja jasa petugas penjaga sirine tsunami yang menurut keterangan Seketaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus yang menurut nya Tidak Ada, Diduga Anggaran ini fiktip. (Masri Sp)