Ibu Penderita Tumor Mata Warga Dusun 3 Bangun Sari Baru Membutuhkan Donasi

Tanjung Morawa, Detakmedia.com – Mungkin Allah sedang menguji nilai iman seseorang, karena semakin tinggi dan kuat iman kita maka Allah SWT akan menguji iman kita dengan berbagai cobaan yang Allah SWT berikan, mungkin itu yang saat ini yang dialami oleh Juniarsih (60) warga Dusun 3, Gang Turang, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Berdasarkan amatan awak media Detakmedia.com pada hari Sabtu (01/01/2022) dirumah ibu Juniarsih, rasa teriris hati manakala melihat kondisi Ibu Juniarsih dengan benjolan pada matanya, terbersit dalam hati, mungkinkah penyakit ini bisa di sembuhkan, hannya allah SWT yang tahu.

Penyakit Tumor yang dideritanya menurut Diaknosa sementara, dari salah satu Klinik Dilubuk Pakam berjenis penyakit Basal Cell Carcinoma Of Lip, Penyakit ini sudah dirasakan buk Juniarseh selama 5 tahun dan 2 tahun terakhir ini semakin parah dan semakin menghawatirkan.

Dengan Tonjolan Dimata sebesar telur angsa berdarah dan bernanah, Juniarsih menahan denyut yang tidak dapat terbayangkan, sambil menangis Juniarsih menerangkan pada Awak Media bahwa yang menetes dari matanya ini bukanlah air mata, melainkan darah dan nanah.

“Seperti ini lah keadaan saya, inipun sudah Alhamdulillah, obat yang 5 ribu satu papan dengan isi 10 butir inilah yang mengurangi denyut Dimata saya, dengan bisa membeli obat ini saja saya sudah merasa bersyukur, semoga bisa sembuh,suami saya hanya penarik becak, kadang narik kadang tidak maklumlah usia sudah tua,” ucap Juniarsih sambil menangis.

Harapan Juniarsih, Semoga ada bentuk perhatian dari Pemerintah setempat untuk bisa membantu biaya berobatnya ke Rumah Sakit, atau berharap semoga Allah SWT bisa memberi pertolongannya lewat tangan-tangan para Dermawan yang rela membagikan sebagian rezkinya untuk bisa membawanya ke Rumah Sakit.

“Semogalah Pemerintah ada yang mau peduli dan berbaik hati kepada saya, karena saya pengen sembuh, kepengen kembali bisa membantu suami mencari nafkah,” ucap Juniarsih sambil menangis.

Sementara Sutio (65), suami Juniarsih, kepada awak media menyampaikan curahan hatinya, “Saya penarik Becak mas, kadang saya narik kadang tidak, mengingat mata saya juga sudah kurang awas/sudah rabun, itu makanya jika sudah kambuh mata saya ini terutama kalau cuaca mendung atau hujan saya gak bisa narik karena pengelihatan mata saya terganggu,” ucap Sutio.

Dan saat disinggung hal pengobatan istrinya terkait dengan BPJS, Sutio menjawab, “memang kami punya BPJS dan kami sudah coba 2 kali kerumah sakit, namun entah apa sebabnya selalu saja istri saya batal untuk di operasi,” ucap Sutio sambil mengusap air mata.

“Mungkin karena kami ini orang miskin mas, itu makanya selalu saja ada alasan pihak Rumah Sakit untuk membatalkan operasi istri saya, dengan alasan tensi istri saya tinggi, maka saya diminta untuk membawa pulang istri saya, padahal sebelum dibawa ke Rumah Sakit, kami coba cek dulu tensi nya disini dan hasilnya selalu normal sekitar 130,” ungkap Sutio dengan kecewa.

Sutio sangat berharap bentuk perhatian dari dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan yang ada di kabupaten Deli Serdang, semoga bisalah membantu kami, membantu bagaimana agar bisa istri saya di Operasi, sehingga istrinya bisa sembuh dari derita tumor mata yang sudah 5 tahun di rasakannya.

Dan harapan yang sama dari Sutio, semoga ada para Dermawan yang rela membantu lewat berbagi Rezki untuk membantu biaya pengobatan istrinya. (Supri Agus)