Kab. Bogor, Detakmedia.com

Ditengah merebaknya kasus Covid-19 yang ditengarai sebagai varian baru Omicron dan pasca launching vaksin Booster 12 Januari 2022 kemaren, Pemerintah Kecamatan Cileungsi masih fokus pada vaksinasi anak usia 6 -11 Tahun. Hal ini dinyatakan oleh Camat Cileungsi Adhi Nugraha, S.STP, saat disambangi awak media DetakMedia.com di kantor nya Kamis 13/1/2022.

“Pasca dapat rekomendasi untuk melaksanakan program vaksinasi anak usia 6 -11 tahun, karena Pemkab Bogor telah memenuhi syarat pencapaian target minimum vaksinasi umum 70 % dan lansia 60 % di awal tahun 2022, maka program vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun sudah kita mulai dan kita fokus akan hal ini. Pihak Muspika Cileungsi sudah berkoordinasi dan jadwalnya sudah dibuatkan untuk sekolah sekolah yang ada” ujar Adhi

Adhi mengatakan saat ini beberapa sekolah masih libur, dan nanti saat sekolah sudah masuk, program vaksinasi anak ini akan diintensifkan di sekolah masing-masing. Pihak sekolah diharapkan berkoordinasi lagi terkait jadwal pelaksanaannya. Nakes pelaksana bisa dari Puskesmas dan bisa juga Nakes dari TNI dan Polri, disesuaikan dengan kesepakatan masing masing sekolah.

“Sasaran anak usia 6 – 11 Tahun yang akan akan divaksin berjumlah kurang lebih 34. 000 orang anak. Bulan Januari sampai awal Februari nanti ditargetkan selesai dosis 1, karena target vaksinasi anak ini diharapkan sudah rampung atau divaksin dosis 2 di bulan Maret 2022 nanti” ungkap Adhi.

Terkait program vaksinasi Booster, Adhi Nugraha mengaku baru sebatas mendengar. Dirinya belum tahu petunjuknya seperti apa. ‘Tetapi biasanya petunjuk itu dari Kemenkes ke Provinsi ke Kabupaten dan ke kita (Kecamatan) ataupun Puskesmas. Rapat kordinasi terkait hal ini belum dilakukan” jelasnya.

Adhi mengatakan awalnya mendengar soal vaksin Booster yang berbayar, tetapi kemudian dinyatakan gratis. Kalau tadinya berbayar diprediksi minat warga untuk vaksinasi akan jauh berkurang, apalagi ditengah kondisi ekonomi yang belum pulih

“Dari pengalaman yang sudah ada, dengan vaksin gratis saja, begitu sulitnya mengajak warga untuk ikut vaksinasi. Tetapi yakin langkah Pemerintah menginginkan yang terbaik bagi kesehatan warganya” pungkas Adhi mengingatkan betapa vaksinasi Covid-19 sangat menguras pikiran, tenaga dan dana Pemerintah demi masyarakat. (Gultom)

Loading

By redaksi