Belitung Timur, Detak Media.com

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berkomitmen dan berupaya dalam mengendalikan persoalan inflasi yang terjadi di Kabupaten Beltim. Berbagai program digencarkan dan dilakukan Pemerintah Daerah seperti menjaga ketersediaan stok barang, pengendalian harga dipasaran serta pencanangan program-program oleh perangkat daerah teknis.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar saat membuka kegiatan “Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur” di Gedung Auditorium Zahari Mz, Manggar, Rabu (9/2/2022).

Perlu diketahui, di Bulan Desember 2021 terjadi inflasi Kota Manggar tertinggi dibanding Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan. Upaya pengendalian inflasi menjadi perhatian penting bagi Pemkab Beltim khususnya dalam mengendalikan tingginya harga komoditas bahan makanan dibandingkan Kota Tanjungpandan dikarenakan ongkos angkut yang tinggi dibebankan kepada konsumen.

Di tahun 2021 lalu, Kabupaten Beltim menduduki posisi pertama sebagai Kabupaten dengan angka inflasi tertinggi di Provinsi Babel,” ungkap Wabup Khairil.

Permasalahan pengendalian inflasi di Kabupaten Beltim diantaranya ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain, hasil produksi ikan di Beltim sebagian besar dibawa keluar, belum adanya pelabuhan bongkar muat barang di Kabupaten Beltim, berkurangnya jumlah peternak di Beltim karena harga pakan ternak mahal, dampak harga timah mahal membuat nelayan beralih profesi ke pertambangan hingga terbatasnya gudang pangan untuk menampung stok pangan dan lain sebagainya.

Wabup Khairil berharap terselenggaranya kegiatan capacity building tersebut  dapat memberikan manfaat  dan dampak positif bagi para peserta khususnya tim TPID Kabupaten Beltim untuk lebih bisa memahami peran masing-masing anggota yang merupakan perwakilan dari tiap-tiap perangkat daerah teknis di Kabupaten Belitung Timur.

Kepada seluruh peserta capacity building, saya menghimbau untuk bertanya ataupun berkonsultasi mengenai permasalahan yang ditemukan dalam mengatasi persoalan inflasi di Kabupaten Beltim,” ujar Wabup Khairil dalam rapat yang dihadiri para pimpinan Perangkat Daerah tersebut.

Disisi lain, Kepala Deputi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Babel, Agus Taufik menyampaikan bahwa pihaknya tetap terus bersinergi agar inflasi di Provinsi Babel tetap terjaga. Upaya tersebut diharapkan dapat makin mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

Bank Indonesia (BI) sangat mendukung kegiatan Capacity Building TPID karena dari mandat BI adalah bagaimana menjaga stabilitas nilai rupiah yang diantaranya tercermin dari stabilitas harga atau inflasi. Inflasi yang kita harapkan adalah inflasi yang terkendali. Bank Indonesia bersama pemda akan berupaya untuk menjaga inflasi pada level yang terjaga guna pemulihan perekonomian serta pertumbuhan ekonomi yang kuat,” tegas Agus Taufik.

Di bulan    Januari    2022, Provinsi Kepulauan Babel juga mengalami inflasi sebesar 0,97% (laju inflasi dalam sebulan) atau 3,60% (laju inflasi dalam setahun).

Yanuar selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan harga berbagai komoditas pada Januari tahun 2022 secara umum naik, karena pasokan kurang dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Meningkatnya harga pada bulan Januari 2022 kita akui karena faktor cuaca sehingga pasokan berkurang. Untuk menghadapi tantangan dalam 2022, diperlukan sinergi yang kuat seluruh pihak sebagai inovasi program yang diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi dimasa pandemi,” kata Yanuar.(Tomy)

Loading

By redaksi