Gunung Putri | Detakmedia.com

Untuk ketiga kalinya Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongnangka Kecamatan Gunung putri Kabupaten Bogor menerima kunjungan kerja (Kunker) ataupun studi banding dari aparatur Desa Pemkab dari daerah lain. Untuk kali ini, pemdes tersebut didatangi oleh para Kades dan BPD dari Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, Rabu 21/9/22.

Kedatangan rombongan tamu sekitar 70 orang dari 64 Desa dengan menggunakan 2 unit Bus executif tersebut disambut dengan ramah oleh Kades Bojongnangka H. Amir yang mendampingi Camat Gunung Putri, Drs Didin Wahidin beserta perangkat Desa dan BPD Bojongnangka.

Acara itu dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lalu dimeriahkan dengan penampilan Tradisional Tari Jaipong, “Kidung Silayung” persembahan Sanggar Tari BERSERI Desa Bojongnangka oleh siswi SMPN 2 Gunung Putri, hal ini membawa para Kades dan BPD dari Kab. Merangin Jambi terbawa arus keceriaan sehingga banyak yang maju ke pentas memberikan uang saweran dan 2-3 orang sempat ikut mengikuti tari Jaipongan tersebut.

 

Camat Gunung Putri, Didin Wahidin mewakili Pemkab Bogor memberikan kata sambutan untuk menyambut rombongan tamu dari Kab. Merangin Jambi dan menyampaikan ucapan selamat datang di Kecamatan Gunung Putri yakni di Desa Bojongnangka untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran terkait kunjungan dalam rangka “Peningkatan Kapasitas Kades dan BPD Kab Merangin Jambi di Desa Bojongnangka”

Sementara itu Kabid Pemdes DPMD Kab. Merangin Jambi, Irwan Sahada dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasinya atas sambutan yang positif dan hangat dari Pemdes Bojongnangka seraya berharap kunjungan rombongan yang dibawanya para Kades dan BPD yang rata-rata baru menjabat hasil Pilkades serentak beberapa waktu lalu (sedikit incumbent) dari 3 Kecamatan di Kab. Merangin Jambi dapat menyerap informasi berharga untuk dibawa pulang ke Desa masing-masing.

Saat rehat siang, Irwan menambahkan bahwa penduduk di daerah Merangin pada tiap Desa sangat sedikit walaupun wilayahnya cukup luas dan PAD pun kecil.

“Desa terbesar jumlah warganya 2.800 jiwa itupun Desa dekat perkotaan untuk lainnya banyak yang 1000 an bahkan kurang dari 1000 jiwa, (bandingkan dengan Desa Bojongnangka 32.0000 jiwa). Pemdes di sana relatif hanya mengandalkan DD dan ADD, kalau bantuan lainnya relatif kecil,” ungkapnya.

Cara kepemimpinan, sambung Didin, tata kelola administrasi Desa, inovasi Desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa, hal-hal ini yang ingin didapatkan dari studi banding di Desa Bojongnangka agar menjadi pedoman untuk mereka (Kades) dan dilakukan di tempat masing-masing, ujarnya.

Dalam acara tersebut Kades Bojongnangka H. Amir secara garis besar memaparkan kondisi Desa nya, bagaimana dirinya pasca menjabat Kades dengan gerak cepat walau dimasa sulit (pandemi Covid-19), mengelola Pemdes (tetap solid tidak ada pergantian perangkat Desa dari masa sebelumnya), bekerja dengan tulus demi masyarakat dapat mencapai keberhasilan dan prestasi di tingkat Kecamatan dan Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah Pemdes Bojongnangka mendapatkan dana transfer 6.5 M dan mengelola anggaran tersebut sebaik mungkin. Intinya jangan takut bikin kebijakan dengan anggaran yang ada, klo itu demi kepentingan masyarakat,” ujar H. Amir menggugah semangat tamu dari Jambi tersebut dan dibalas applaus tepuk tangan berkali-kali atas paparan dan capaian prestasi Desa Bojongnangka.

Sekdes Muhidin Obing yang sudah bekerja sejak tahun 2006 menjadi sekdes dengan 2 Kades sebelumnya mempresentasikan secara lebih gamblang tentang keberhasilan dan prestasi dan tata kelola PemDes Bojongnangka hingga kini.

“Dua Tahun delapan bulan sejak kepemimpinan pak Haji (Kades H Amir) banyak prestasi sudah ditorehkan, Tahun 2021 lalu menjadi Desa terbaik se-Kabupaten Bogor dapat hadiah 100 juta, dapat Maskara (mobil aspirasi kampung juara) untuk Desa terbaik se-Kabupaten Bogor dapat hadiah 100 juta, dapat Maskara (mobil aspirasi kampung juara) untuk Desa berprestasi, Lomba team penggerak PKK terbaik se-Kabupaten Bogor dan Juara 2 tingkat Provinsi Jawa Barat dan sebagai Desa digital saat ini dalam proses penilaian,” papar Obing.

Lanjutnya sekarang dengan penduduk 32.000 jiwa, 114 RT, 32 RW dan 6 Kadus, dengan perkembangannya di tahun 2024, kehadiran apartemen Podomoro dan lainnya diperkirakan ada penambahan 60-80 RT baru, dan selalu berkaitan paling tidak dengan 3 hal yakni, Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan.

“Untuk menggerakkan ekonomi PemDes pinjam pakai fasum dan fasus Pemkab Bogor yang disediakan pengembang, kerjasama BUMDES dibuatkan sentra kuliner dan lainnya diprioritaskan untuk warga Desa Bojongnangka. Dan untuk fasilitas pendidikan, PemDes ikut memperjuangkan kehadiran sekolah negeri yang berkualitas, dan untuk bidang kesehatan, alhamdulillah dalam 2 tahun berturut beli 2 ambulans, dan sesuai target Bapak Kades tiap Kadus 1 ambulans, hal ini sangat membantu warga yang butuh pertolongan kendaraan untuk ke RS terdekat,” tutur Obing.

Terakhir Obing menjelaskan terkait berbagai inovasi untuk memudahkan pelayanan warganya. Melalui aplikasi sistem pelayanan Desa, warga tidak harus datang ke kantor Desa tetapi bisa melalui on-line, untuk urus administrasi kependudukan dan lainnya seperti izin usaha.

Dan salah satu aplikasi Pilkades Juara (jujur, adil dan rasional) juga sudah terbukti sangat membantu dalam Pilkades waktu lalu, baik mengenai pendataan/ DPT, undangan pemilihan berisi jadwal waktu karena saat itu pandemi, sehingga proses pemilihan berjalan lebih baik dan waktu perhitungan bisa lebih cepat.

Di sela sela rehat siang Kades Bojongnangka H. Amir menambahkan bahwa pihaknya bersyukur untuk kali ketiga menerima kunjungan rombongan tamu seperti ini dan kali ini dari Kab Merangin Jambi untuk melakukan diskusi berbagi ide, gagasan dan pengetahuan dalam rangka peningkatan kapasitas Kades dan BPD.

“Intinya silaturahmi, diskusi berbagi ilmu, pengetahuan, ide dan gagasan, peningkatan kapasitas Kades dan BPD, dari 64 Desa dari 3 Kecamatan rata rata masih baru menjabat, yah ada plus minus nya lah dari tamu dan kita. Beberapa minggu lalu mereka memohon datang ya kita sambut. Dan melalui presentasi tadi, beberapa Kecamatan lagi yang dari Kab Merangin memohon bulan bulan berikut untuk bisa datang ke sini. Saya sebagai Kades bilang silahkan saja. Semuanya akan dikomunikasikan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu beberapa Kades yang hadir pada acara tersebut menyatakan kekaguman dan apresiasi terhadap Desa Bojongnangka. Mereka menyatakan beruntung mendapatkan berbagai informasi yang bermanfaat.

“Dak biso banyak, minimal sedikit sedikit biso gek kito gawekan apo yang kito dengar ini di Desa kito, (tidak bisa banyak, minimal sedikit sedikit kita bisa lakukan apa yang kita dengar ini di Desa kita),” ujar mereka saat santai rehat siang. (Tom)

Loading

By redaksi