Belitung Timur | Detak Media.com

Masyarakat berbondong-bondong mempertanyakan lahan plasma 20% merupakan isu umum yang sering muncul dalam konteks perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Khususnya di wilayah Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit. Masyarakat mempertanyakan 20% di perusahaan parit sembada dan masyarakat juga sempat masang sepanduk, “BAPAK PRESIDEN PRABOWO, TOLONG KAMI PAK, LAHAN KAMI di RAMPAS OLEH PERUSAHAAN.”

Hal ini terkait dengan kewajiban perusahaan perkebunan untuk menyediakan lahan kemitraan (plasma) sebesar 20% dari total luas area yang diusahakan kepada masyarakat setempat, seperti diatur dalam peraturan perundang-undangan, salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Beberapa hal yang biasanya menjadi fokus pertanyaan dan permasalahan Masyarakat sering mempertanyakan apakah perusahaan benar-benar merealisasikan kewajiban 20% tersebut di lapangan. Terdapat keraguan mengenai perhitungan luas lahan yang dialokasikan dan apakah lokasinya sesuai dengan kesepakatan atau layak untuk dikelola.

Masalah muncul terkait kejelasan status hukum lahan plasma, apakah sudah disertifikasi atas nama masyarakat atau koperasi, serta model pengelolaan dan bagi hasilnya. Kurangnya transparansi dari pihak perusahaan dan pemerintah daerah dalam memberikan informasi mengenai status lahan plasma sering memicu ketidakpuasan masyarakat.

Bupati Kamaruddin Moten menjelaskan kepada masyarakat, bahwa sebelumnya sudah pernah di pertanyakan, bahwa parit sembada sudah lebih 20% bahkan 26% ada di Kecamatan Gantung, nah yang jadi masalah, masyarakat ini menuntut harus di desanya sendiri.

Mengingat desanya lahan tersebut sudah minim dan mari kita sama-sama mempertanyakan permasalahan ini di kementerian. Karna masalah seperti ini, kementerian yang akan menerangkan dan menjelaskan semua, ungkap afa kepada awak media.

Bupati belitung timur juga menambahkan terkait masalah meja goyang, memang sangat pengaruh terhadap lingkungan, jadi kalau pun mereka tidak mau membongkar paksa, kita akan melakukan pembuatan tim seperti satgas, ungkapnya.

Hingga berita ini di tayang kan, awak media mencoba untuk konfirmasi kepada pihak perusahaan. (Tomy)

Loading