Belitung Timur | Detak Media.com

Ferdinand Mirzan dan Nurul Azizah terpilih menjadi Bujang Dayang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahun 2025. Ferdinand dan Nurul berhasil menyisihkan 20 finalis lainnya saat Malam Puncak Grand Final Bujang Dayang Beltim 2025 di Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Minggu (6/7/2025) Malam.

Melalui program kerja yang lugas dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan, Ferdinand dan Nurul berhasil memikat kelima juri untuk menentukan pilihan. Amanah ini tentu diharapkan tidak hanya menjadi sebuah gelar, namun juga akan menjadi titik awal bagi mereka untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Beltim ke depannya.

Ferdinand, siswa kelas 12 SMAN 1 Manggar ini mengaku tidak menyangka bisa terpilih sebagai Bujang Beltim tahun 2025.

Sangat senang dan terharu. Saya harap dengan adanya title ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkembang dan mempromosikan pariwisata serta budaya kita,” kata Ferdinand.

Putra dari pasangan Dedi Septiyadi dan Mareza ini menyampaikan juga memang butuh persiapan yang cukup matang untuk ajang kompetisi Bujang Dayang Beltim 2025. Ia sudah menyiapkan diri selama dua bulan, mulai dari materi pembelajaran hingga kostum untuk malam puncak grand final ini.

Ia juga mengatakan akan membawa visi besar untuk mempromosikan Beltim lewat program advokasinya yang fokus pada pariwisata dan budaya.

Sesuai dengan program “Advokasi Sejalan”, saya akan menggunakan media sosial untuk mengangkat potensi wisata dan budaya lokal agar semakin dikenal luas,” tambah Ferdinand.

Dayang Nurul andalkan program kerja “Makin Hari Makin Tahu.

Sementara itu, Dayang Beltim 2025, Nurul yang merupakan seorang guru bahasa Inggris les privat, juga berasal dari Kecamatan Manggar.

Lulusan Universitas Lambung Mangkurat ini membawa semangat literasi dalam visinya. Sejalan dengan Ferdinand, ia menggagas program bertajuk “Makin Hari Makin Tahu” yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak, khususnya dalam konteks budaya lokal.

Saya akan membuka lapak baca dan mengadakan workshop untuk anak-anak. Fokus saya adalah memperkenalkan kembali Bahasa Belitong yang mulai terlupakan.

Nurul juga berencana membuat komik dan buku dongeng digital berbahasa Belitong sebagai media edukatif yang menarik bagi anak-anak usia SD hingga SMP.

Melalui bakat yang saya punya dan ditunjang juga dengan minat saya untuk memajukan kembali bahasa Belitong. Saya akan membuat media edukatif yang menarik untuk meningkatkan minat baca dengan menggunakan bahasa Belitong sebagai bahasa utama.

Tidak hanya mempromosikan budaya dan pariwisata, Ferdinand dan Nurul juga akan menjadi simbol harapan baru bagi generasi penerus daerah. Melalui semangat muda dan visi yang kuat, mereka siap membawa perubahan positif bagi Beltim ke depannya. (Tomy)

Loading