Asahan | Detak Media.com

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang baru saja dilantik perlu dipertanyakan kelayakannya. Hal ini disampaikan Bawadi Sitorus sebagai orang tua siswa sekaligus Kabiro Wartawan Negara Online di warung Kantor Pos, Selasa (3/02/26).

Menurut Bawadi Sitorus, setiap kabid memiliki tugas melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah yang ada di Asahan, khususnya di tingkat SMP, di Kementerian Pendidikan.

“Sewaktu dia jadi Kasek SMPN 2, setiap ada kegiatan di SMPN 2 Kisaran selalu menampilkan jarkep-jarkep (jarang kepang/budaya Jawa) usaha yang dikelolanya, sementara di SMP 2 itu nasional, orangnya ada Batak, ada Jawa, ada etnis yang lainnya,” ujar Bawadi.

“Anakku berprestasi, setiap mengikuti olimpiade matematika dia tidak mendukung, alasannya anggaran di situ tidak ada. Itu pula yang menjadi Kabid SMP,” ujar Bawadi Sitorus.

Seharusnya sebelum dilakukan pelantikan eselon 2 dan eselon 3, mereka harus dilakukan uji kelayakan. Jangan karena ada benang merah atau kedekatan emosional mereka langsung mudah mengangkat menjadi kabid. Perhatikan juga apakah sudah layak menjadi kabid. Kalau belum, jangan dipaksakan, tutup Bawadi.

Memang benar itu semua karena proses pengajuan, tapi siapa yang mengajukan dan siapa pula di balik ini semua, kesal Bawadi.

Kepala BKD Asahan, Herman, belum bersedia dikonfirmasi karena akan rapat. (Agustua Panggabean)

Loading