Belitung Timur | Detak Media.com

Dalam rangka memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Wakapolres Belitung Timur Kompol Deddy Nuary memimpin langsung pelaksanaan pengamanan bersama sejumlah personel Polres Belitung Timur di halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Kecamatan Manggar. Jumat (20/03/2026).

Lantunan takbir dan suasana khidmat sudah terasa sejak pagi ketika jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru Kecamatan Manggar dan sekitarnya. Meski pelaksanaan Sholat Idul Fitri dilakukan lebih awal dibandingkan dengan penetapan pemerintah, kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Wakapolres Belitung Timur Kompol Deddy Nuary, SH, SIK Menyampaikan pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran personel kepolisian di lokasi juga sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah pada momentum Hari Raya Idul fitri. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.” Kompol Deddy.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Sholat Id, Ustad Rio Ramadhan menyampaikan khutbah dengan tema “Kembali ke Fitrah”, yang mengajak umat Islam untuk kembali kepada kesucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Dalam khutbahnya, jamaah diingatkan untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung Timur, Suhardi, mengatakan jumlah jamaah yang hadir pada tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelmnya.

Jamaah kita ratusan orang, kurang lebih seperti biasa. Memang sebagian besar warga tempat tinggalnya cukup jauh dari lokasi ini,” ujar Suhardi.

Ia menjelaskan, pada tahun ini warga Muhammadiyah di Kabupaten Belitung Timur melaksanakan Sholat Idul Fitri di dua lokasi berbeda, yakni di Masjid Ahmad Dahlan Kecamatan Manggar dan di Panti Asuhan Muhammadiyah di Kecamatan Gantung.

Tidak ada pembagian khusus. Hanya saja tahun ini di Panti Gantung juga mengadakan, sehingga jamaah terbagi secara alami,” jelasnya.

Perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri antara Muhammadiyah dengan pemerintah kembali terjadi tahun ini karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan pemerintah menggunakan metode rukyat hilal yang dikombinasikan dengan hisab.

Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi kekhusyukan pelaksanaan ibadah. Seluruh rangkaian Sholat Idul Fitri di Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan berlangsung tertib hingga selesai, dilanjutkan dengan saling bersalaman, bersilaturahmi, dan bermaaf-maafan antar jamaah sebagai wujud kebersamaan di hari kemenangan. (Tomy)

Loading