Belitung Timur | Detak Media.com

Antrean masyarakat untuk mendapatkan BBM masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Pemantauan penyaluran BBM terus dilakukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan pengaturan yang telah dilakukan berjalan, termasuk di SPBU Padang, Kecamatan Manggar, Kamis (24/9/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan di tengah masih tingginya antrean masyarakat untuk mendapatkan BBM. Keterbatasan BBM di tingkat pengecer membuat masyarakat lebih banyak mengandalkan SPBU untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Beltim, Novis Ezuar mengatakan kondisi antrean di SPBU Padang masih cukup ramai seperti hari sebelumnya. Meski demikian, pengaturan terus dilakukan agar antrean berlangsung lebih tertib sehingga masyarakat yang membutuhkan BBM dapat terlayani.

Kalau kita lihat, situasinya masih seperti hari kemarin. Di SPBU Padang ini, antreannya memang cukup ramai. Tapi kita cobalah lebih tertib, lebih teratur, agar masyarakat yang memang butuh BBM itu bisa mendapatkan BBM dengan agak lebih mudah.

Menurut Novis, Satpol PP menempatkan sekitar empat hingga lima petugas di setiap SPBU untuk membantu menjaga ketertiban selama penyaluran BBM. Petugas memantau kondisi di lapangan agar proses penyaluran berjalan dengan baik dan distribusi kepada masyarakat tetap tertib.

Kalau di SPBU, kita sebenarnya setiap SPBU ada sekitar empat sampai lima orang yang bertugas. Kita memantau dan memastikan ketertiban di SPBU untuk penyaluran ini bisa dilakukan dengan baik, dengan benar distribusinya,” ujarnya.

Antrean kendaraan yang masih panjang, menurut Novis kemungkinan juga dipengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung membeli BBM ketika memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.

Ya, mungkin ini karena memang ada panic buying, ya. Jadi memang masyarakatnya sekarang mungkin karena panik membeli BBM.

Meski demikian, Novis mengatakan Satpol PP hanya berfokus pada pengaturan dan ketertiban di area SPBU. Sementara faktor lain yang mungkin turut memengaruhi kondisi antrean masih perlu dilihat lebih lanjut.

Walaupun mungkin saja ada faktor-faktor lain yang mungkin kita tidak ketahui posisinya. Kalau kami di Pol PP hanya untuk menertibkan posisi yang ada di SPBU saja.

Antrean Masih Padat, SPBU Tunggu Kartu Kendali

Pengawas SPBU Padang, Jumhari mengatakan pemberlakuan jam antrean saat ini masih mengikuti pengaturan yang sudah berjalan, yakni pagi hari diperuntukkan bagi konsumen umum, sedangkan sore hari bagi pengerit atau pengecer. Meski pembagian waktu tersebut sudah diterapkan, antrean masih cukup ramai dengan jumlah pengerit dan konsumen umum yang hampir sama.

Ramainya luar biasa, jadi pengerit dan konsumen umum sama banyaknya,” kata Jumhari.

Menurut Jumhari, SPBU Padang mulai melayani konsumen sejak sekitar pukul 06.10 WIB. Pada pagi hari, antrean sudah terlihat panjang karena masyarakat datang untuk mendapatkan BBM pada jam pelayanan bagi konsumen umum.

Jam 6 lewat 10 sudah buka, memang antrean panjang, mungkin karena banyak konsumen untuk berangkat kerja” ujarnya.

Untuk ketersediaan BBM, Jumhari menyebut pasokan yang diterima SPBU Padang hari ini masih dalam kondisi normal sebanyak 32 kiloliter (KL). Sementara untuk Pertamax, pihak SPBU belum mendapat kepastian mengenai jadwal pasokan berikutnya setelah sebelumnya menerima sekitar 8 ton.

Stoknya normal, tetap 32 KL. Untuk Pertamax kami belum tahu kapan masuknya lagi. Kemarin masuk 8 ton, tapi ke depan tidak tahu.

Jumhari mengatakan pihak SPBU masih menunggu kartu kendali bagi pengecer. Menurutnya, keberadaan kartu tersebut akan memudahkan petugas mengatur antrean dan pelayanan kepada pengecer.

Belum ada. Kalau sudah ada itu enak kita mengaturnya. Saya berharap segeralah ada kartu itu, jadi kami di sini enak mengaturnya.

Ia menjelaskan kartu kendali tersebut nantinya terdiri dari tiga warna dengan pembagian hari antrean yang berbeda. Pengaturan tersebut khusus bagi pengecer yang menggunakan sepeda motor, sementara kendaraan roda empat tetap mengikuti ketentuan pembelian berdasarkan barcode.

Ada tiga jenis kartu, misalnya hari ini merah, biru dan hijau. Jadi mereka harinya untuk antreannya berbeda. Ini khusus motor, kalau untuk mobil tetap sesuai barcode.

Selain pembagian jadwal, pembelian BBM melalui barcode dibatasi maksimal 40 liter dalam satu kali pengisian. Sistem tersebut mencatat pengisian sehingga kendaraan yang sudah mengisi 40 liter pada pagi hari tidak dapat kembali melakukan pengisian pada sore hari.

Sekali, 40 liter. Jadi kalau pagi sudah isi 40 liter, sore mau isi lagi tidak dapat. Itu ketahuan di barcode, scan di barcode ketahuan dia,” kata Jumhari.

Jumhari juga menyebut SPBU Padang tetap melayani penyaluran BBM pada Minggu. Sebanyak 8 ton BBM disiapkan untuk pelayanan hari Minggu. Berbeda dengan hari biasa, pada Minggu tidak diberlakukan pembagian waktu antara konsumen umum pada pagi hari dan pengerit pada sore hari. Pelayanan dibuka mulai pukul 07.00 WIB. (Tomy)

Loading

By Admin