DM.DEPOK l — Beredarnya video yel-yel Idris dua priode seperti sedang berkampanya dalam acara Silaturahmi Akbar Karang Taruna (Katar) kota Depok dalam rangka Bulan Bhakti HUT ke-59 di aula perpustakaan pemkot, pada selasa (29/10/19) yang dihadiri oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris, ketua karang taruna Depok,  kepala dinas sosial, Usman Haliyana serta Katar tingkat kelurahan dan kecamatan se-Depok – sangat disayangkan oleh Anwar Nurdin, koordinator KPNP (koalisi partai non parlemen) yang juga ketua Perindo kota Depok.

“Itu contoh tidak baik dari seorang pemimpin Depok.  Karena menggunakan fasilitas pemda untuk kampanye itu ngga benar,” terang Anwar, rabu (30/10/19).

Lebih jauh Anwar menjelaskan. Sebagai pemimpin Idris harusnya mengerti aturan. Acara seperti itu jangan didusupi agenda politik. Kalau dia mau berkampanye, jangan menggunakan pasilitas pemkot dan juga anggaran pemerintah.

“Kegiatan tersebut kan jelas disuport pemerintah. Berada di perpuskot, dihadiri kepala dinas sosial. Masak dia tidak paham itu. Atau memang disengaja dan sudah diagendakan?” ungkap Anwar lagi.

Sementara itu, Pardong Dongkal – aktivis pemuda kota Depok beranggapan lain. Menurutnya yang mengucapkan yel-yel bukan Idris. Tetapi ketika ditanya apakah diperbolehkan, Pardong tak banyak komentar.

“Menurutku nggak masalah. Kecuali yangg ngomong kyai (Idris),” kata Pardong.

Sementara itu Ketua DPRD kota Depok, Yusuf Syahputra ketika dikomfirmasi via WA terkait masalah tersebut, juga tak memberikan komentar, tetapi ia membaca pesan WA tersebut.*** (fan)

 

Loading

By redaksi