Kab. Bogor, Detak Media.com

Pandemi Covid-19, yang telah melanda Indonesia, tak juga kunjung mereda. Bahkan hari Rabu tanggal 16 September mencatatkan rekor baru harian terpapar positif sebanyak 3.963 orang. Dampaknya menuntut kerja ekstra dalam kehidupan sehari-hari. Warga diharapkan selalu melaksanakan 3 M dalam setiap aktivitasnya, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Di mulai pekan lalu, telah gencar dilakukan operasi yustisi oleh Muspika yang ada di wilayah Kabupaten Bogor untuk menerapkan protokol kesehatan, supaya warga tersadar bahaya Covid-19, telah banyak merenggut nyawa penderitanya.

Pemerintahan Desa sebagai garda terdepan, seperti Pemdes Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, menjadi sibuk dan terkadang bekerja ekstra dimasa Pandemi Covid-19 ini.

Adi Sofyan, selaku Pejabat Kades, kepada awak media, Selasa tanggal 15 September lalu, menyatakan, pihaknya selalu siap bekerja ekstra dimasa pandemi. “Bagaimana tidak, kita semua tahu begitu banyak bantuan pemerintah atau Bansos yang sudah disalurkan untuk membantu warga terdampak Covid-19, tentu ini menjadi tugas perangkat Desa sampai RT RW yang ada,”jelasnya.

Dikatakannya mulai dari sosialisasi terkait dampak Covid-19, penyemprotan disinfektan, penyaluran Banpres, Banprov, Banbup, PKH, BPNT, dan BLT DD atau dana Desa, “Alhamdulillah semua kita sudah lakukan dan salurkan untuk melayani dan membantu masyarakat dan yang terkini adalah gerakan Bogor Bermasker, kita juga sedang mempersiapkannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Adi Sofyan bahwa sekarang ini di desa sudah memasuki tahapan Pilkades, terkadang rapat atau pertemuan untuk hal tersebut dilaksanakan sore atau malam hari, tentu hal ini menjadi extra atau tambahan waktu sebagai pejabat Kades, yang tak dialaminya sewaktu menjadi staf Ekbang kecamatan Gunung Putri, imbuhnya.

Sebagai informasi Desa Tlajung Udik berpenduduk 50. 000 orang lebih dan yang mempunyai hak pilih dalam Pilkades nanti kurang lebih 34.000 orang, terbanyak se-kecamatan Gunung Putri, dan mungkin terbesar di Kabupaten Bogor, tambahnya.

Ditambahkannya dirinya beruntung punya pengalaman sebagai Sekdes Bojong Nangka tahun 2003 -2008 menjadi modal berharga, untuk melayani masyarakat Desa Tlajung Udik, sampai terpilihnya kepala Desa, hasil keputusan Pilkades dijadwalkan tanggal 20 Desember 2020 yang akan datang.

“Harapan kami dan mungkin kita semua, mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu, keadaan semakin baik, warga sehat dan ekonomi pun jalan,” pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan awak media.

Penulis : Gultom

Loading

By redaksi