Karawang – Detak Media.com

Beberapa waktu lalu, harga gabah basah sempat anjlok sampai dititik terendah dalam perkembangan harga gabah dari tahun ke tahun. Hal ini sangat memberatkan petani karena berbanding terbalik dengan kenaikan harga pupuk dan biaya tenaga kerja.

Harga gabah basah sempat menginjak harga Rp 300 ribu perkintal, dan harga normalnya kisaran minimal Rp 45p ribu perkintal.

Panen di wilayah Kabupaten Karawang, tepatnya di Kampung Kempring, Dusun Cikalong, Desa Pemekaran, Kecamatan Banyusari sudah mulai berjalan.

“Walaupun ada kenaikan tapi belum signifikan, sekarang masih dikisaran dari Rp 400 ribu perkintal (100 kilogram) sampai Rp 430 ribu perkintal, tergantung pada kualitas gabah basahnya sendiri,” ujar H. Juwi, pemilik sawah asal Kampung Kiara, Desa Pacing, Kecamatan Jatisari. (10/04/2021)

H. Juwi menuturkan bahwa perolehan panen pada musim ini mengalami penurunan drastis, yaitu kisaran 2 ton hingga 3 ton lebih perbahu (7096,5 meter persegi) sedangkan ketika perolehan gabah normal mininal mencapai 4 ton perbahu.

“Karena faktor cuaca dan hama, hasil panen menurun drastis, hal ini berbanding terbalik dengan kenaikan harga pupuk dan obat-obatan, serta biaya tenaga kerja yang mengalami kenaikan. Dalam hal ini lonjakan harga pupuk yang sangat terasa dan berpengaruh pada para petani,” jelas H. Juwi.

Petani berharap harga semakin membaik karena mereka mengakui bahwa apabila harga tetap rendah maka mereka akan alami ketugian jutaan rupiah perbahunya. (Nali.s)

 

 

Editor : Rdy

Loading

By redaksi