Belitung Timur | Detak Media.com

Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah akan memberikan hibah berupa Kapal Motor Cepat (KMC) kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim). KMC bernama Kartini 1 tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut di Kabupaten Beltim.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap rencana hibah KMC) Kartini 1 kepada Pemkab Beltim.

Pria yang akrab disapa Miko ini mengatakan hibah KMC Kartini 1 merupakan bentuk sinergi antar pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan serta mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Pemprov Jawa Tengah sangat mendukung pemanfaatan aset daerah yang masih layak operasi untuk membantu daerah lain yang membutuhkan sarana transportasi laut,” kata Miko di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Jalan Siliwangi No.357, Kota Semarang, Jawa Tengah di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang Jawa Tengah, Selasa (3/2/26).

Menurutnya, KMC Kartini 1 sebelumnya digunakan untuk mendukung layanan transportasi laut di Jawa Tengah tepatnya untuk rute Semarang ke Karimun Jawa.

Setelah melalui evaluasi teknis, kapal tersebut dinilai masih memiliki kondisi yang cukup baik dan layak untuk dioperasikan kembali, meskipun memerlukan beberapa perbaikan.

Hasil pengecekan awal menunjukkan kondisi kapal masih baik. Namun tetap diperlukan proses doking untuk perbaikan dan penyesuaian teknis agar kapal benar-benar siap melayani penumpang dan barang,” jelasnya.

Miko menambahkan, proses hibah dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk tahapan administrasi, penilaian aset, dan serah terima barang milik daerah.

Miko berharap, keberadaan KMC Kartini 1 nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Beltim, terutama dalam memperlancar mobilitas orang dan distribusi logistik antarwilayah.

Transportasi yang andal akan berdampak besar terhadap perekonomian daerah. Kami berharap kapal ini bisa menjadi sarana pendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik di Beltim,” ujarnya.

Lebih lanjut, Miko juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia serta manajemen operasional dari pemerintah daerah penerima hibah agar kapal dapat dioperasikan secara berkelanjutan dan sesuai standar keselamatan pelayaran.

Pemprov Jateng siap memberikan pendampingan teknis apabila diperlukan, agar kapal ini dapat beroperasi dengan aman, efektif, dan memberi manfaat jangka panjang,” kata Miko.

Sebagai informasi tambahan, kapal ini berhenti berlayar pada saat Covid-19 dan sudah melayani masyarakat Jawa Tengah sejak 2004 lalu. (Tomy)

Loading