Belitung Timur | Detak Media.com
Polres Belitung Timur bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan milik Kelompok Tani Bina Tani, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, pada Sabtu (16/05/2026).
Panen raya ini dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung Timur, AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H. Agenda ini merupakan bagian dari gerakan panen raya serentak yang digelar secara nasional guna menyukseskan agenda prioritas pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Kapolres beserta jajaran juga mengikuti koordinasi terpadu melalui Live Streaming / Zoom Meeting bersama Kementerian Pertanian RI dan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kab. Belitung Timur Bpk. Candra Aryaputra dan Bpk. Iwan Rahmawan, Pabung TNI-AU H.A.S Hanandjoedin Kapten Erwin Joniarta, perwakilan Cabang Bulog Belitung, perwakilan Camat Gantung, pemilik lahan Bpk. Dedi, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Belitung Timur dan personel Polsek Gantung.
Kelompok Tani “Bina Tani” yang merupakan kelompok tani binaan Polres Beltim sukses melaksanakan panen kelima mereka. Anggota kelompok tani, Bpk. Dedi, mengungkapkan bahwa hasil panen di atas lahan seluas 1,5 hektar ini sangat produktif.
Panen kali ini menghasilkan jagung pipil sekitar 14 ton dalam kondisi basah. Jika sudah melalui proses pengeringan hingga kadar air mencapai 14 persen sesuai standar BPS, estimasi hasil bersihnya mencapai sekitar 10 ton,” jelas Dedi.
Menariknya, Kelompok Bina Tani tidak hanya berfokus pada hasil utama jagung pipil. Atas pembinaan dari Polres Beltim, mereka melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi media budidaya jamur janggel jagung yang bernilai ekonomi tinggi.
Dari enam blok budidaya berukuran 5 X 1 Meter, kelompok tani mampu memanen sekitar 2 kilogram jamur per hari. Inovasi ini mampu menghasilkan pendapatan tambahan hingga Rp100 ribu per hari bagi para petani sebelum bonggol tersebut akhirnya dijadikan pupuk organik.
Kapolres Belitung Timur menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa koordinasi terpadu antara pusat, daerah, kepolisian, dan masyarakat berjalan dengan sangat baik.
Polri akan selalu hadir mengawal program ketahanan pangan ini. Kami berharap kesuksesan Kelompok Bina Tani di Danau Nujau ini dapat meningkatkan pendapatan petani lokal, menjaga stabilitas pasokan pangan di Kecamatan Gantung, serta menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di Belitung Timur,” ujar Kapolres.
Polres Belitung Timur berkomitmen akan terus menyiagakan personel Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran untuk melakukan pengawasan serta pendampingan rutin terhadap aktivitas pertanian di wilayah hukum Belitung Timur. Langkah ini diambil demi memastikan sektor pertanian berjalan aman dan produktif guna mendukung ketahanan pangan nasional. (Tomy)
![]()
