Banjar | Detak Media.com
Ajuan revitalisasi sangat bermanfaat bagi kelangsungan sekolah guna menghindari fasilitas ambruk dan adanya korban jiwa, tapi bangunan ini malah ambruk. Apakah tidak diajukan atau karena tidak terpantau? Kamis (15 Oktober 2026).
Bangunan bekas ruang guru yang kini difungsikan sebagai gudang penyimpan alat kesenian dan buku perpustakaan mendadak ambruk total pada Selasa malam, meratakan material tembok dan atap ke tanah.
Retakan misterius yang muncul sejak beberapa tahun lalu akhirnya tak lagi sanggup menahan beban.
Kontur tanah lereng perbukitan yang labil, ditambah kondisi material tembok yang kian lapuk, rapuh dimakan usia, memicu kehancuran bangunan yang berdiri sejak 2012 tersebut.
Duka dan Rasa Syukur di Balik Puing Bangunan
Melihat puing-puing bangunan yang hancur berkeping-keping, Kepala SDN 3 Batulawang, Tri Isnadari, tak mampu menyembunyikan rasa campur aduk di dadanya.
Tembok belakang yang sebelumnya sudah terlihat “melenot” atau melengkung curam kini sudah menjadi tanah.
“Gimana ya perasaannya… tapi namanya musibah,” ujar Tri Isnadari dengan suara bergetar saat menatap sisa-sisa reruntuhan.
Di tengah duka atas hancurnya fasilitas sekolah, Tri memanjatkan rasa syukur yang mendalam karena takdir masih melindungi murid-murid dan para guru, ucapnya. (Suryatno)
![]()
