Banjar | Detak Media.com
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kabid SD, Lutfi Hikmawan, S.Pd., M.Pd., sebagai Plt. Kabid SD, menyampaikan:
“Tanahnya labil, Kang.
Ditambah mepet tebing di areal jalan yang menurun, penurunan tanah yang dekat tebing jadi berdampak ke bangunan terbelah.
Lama-kelamaan makin melebar dan miring, akhirnya bangunan tidak kuat menopang atap sehingga ambruk.
Bangunan tersebut sudah 3 tahun tidak digunakan karena sudah terindikasi adanya retakan.
Karena sudah lama tidak difungsikan, jadi tidak mengganggu proses pembelajaran.
Tahun ini sekolah tersebut sudah terdata sebagai penerima revitalisasi, tapi masih dalam proses.
Dengan adanya kejadian ini, kami berusaha berkoordinasi dengan kementerian untuk penguatan tebing.
Belum adanya kabar lagi dari Kemdikdasmen-nya, Kang.
Tapi sekolah terus-menerus kontak dengan fasilitator kementerian.
Pembiaran itu tidak terjadi karena untuk revitalisasi tahun ini.
Untuk tebing pun sudah diajukan juga, tapi kan revitnya belum turun.
Dengan adanya program prioritas nasional revitalisasi, sarana dan prasarana sekolah dan lingkungannya dapat berfungsi secara optimal sehingga tidak ada lagi bangunan yang mengalami kerusakan,” pungkasnya. (Suryatno)
![]()
