Ciamis | Detak Media.com
Kekhawatiran ketika menuju ke musim penghujan, hal tersebut dikarenakan bangunan yang hampir ambruk. Pustu Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kab. Ciamis, sudah tak masuk kata layak untuk pelayanan medis, Senin (02 November 2026).
Bukan tanpa alasan, selain dari tembok yang sudah lapuk karena waktu, yang lebih memprihatinkan adalah bagian atap yang sudah terlihat hampir ambruk karena termakan usia.
Saat mengonfirmasi Kepala Puskesmas H. Teten, S.Kep., Ners., MM., menyampaikan bahwa bangunan Pustu sudah diusulkan untuk pembangunan.
Untuk rehab belum pernah dilakukan untuk yang itu, karena masuk prioritas tahun depan. Hanya tinggal dikawal saja.
Pelayanan Pustu sendiri hari kerja tertentu karena tenaganya terbentur jadwal piket di Pined, KIA, rawat inap puskesmas.
Iya a, sudah diajukan. Saya secara pribadi prihatin pas turun dari Cidolog pindah ke Pamarican, 3 Pustu yang rusak.
Ya begitu a, malah kasihan anak-anak yang di lapangan. Iya a, semoga bisa saling membantu dan secepatnya realisasi.
Harapan semoga pihak pemerintah dapat memprioritaskan bangunan yang seperti ini dan semoga tidak terjadi hal yang diinginkan, ucapnya.
Selain kepala puskesmas, sempat berbincang dengan warga sekitar, Nani menyampaikan bahwa bangunan Pustu sudah tidak dapat digunakan karena khawatir membahayakan pasien yang minta tindakan medis ataupun petugas medisnya.
Semoga pihak pemerintah lebih mengedepankan pembangunan yang level bahayanya sudah terlihat.
Selain itu, fungsi bangunan harusnya di-off sementara dan dialihkan ke tempat yang lebih aman dan nyaman sebelum dilakukan pembangunan.
Agar risiko yang tadi disampaikan tidak terjadi, karena ketika musim penghujan, atap yang sudah lapuk dan bocor akan terkena air hujan dan malah membusuk, pungkasnya. (Suryatno)
![]()
