Pemred Mata Lensa : Ika Candra Dewi S.H

Bogor | Detak Media.com

Kenaikan harga kantong plastik belakangan ini semakin tidak terkendali. Di sejumlah toko ritel maupun pasar tradisional, pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena distributor pun sudah lebih dahulu meningkatkan nilai jual. Kondisi ini membuat masyarakat dan pelaku usaha kecil semakin terbebani.

Pemimpin Redaksi Mata Lensa Ika Candra Dewi yang menyoroti fenomena ini, menegaskan bahwa lonjakan harga kantong plastik bukan sekadar persoalan sederhana.

“Ini sudah bukan masalah biasa lagi. Kantong plastik itu kebutuhan mendasar bagi pedagang kecil, warungan, UMKM, bahkan masyarakat umum. Ketika harganya melambung, dampaknya langsung terasa ke semua sektor,” tegasnya.

Menurut Ika Dewi panggilan akrabnya, pemerintah perlu turun tangan untuk memastikan stabilitas harga dan menelusuri penyebab kenaikan yang begitu cepat. “Kami terus memantau. Jika ada permainan harga dari pihak tertentu, tentu harus segera ditindak. Jangan sampai pedagang kecil jadi korban,” sambungnya.

Sementara itu, beberapa pedagang di lapangan mengaku tak punya pilihan lain selain mengikuti harga baru dari pemasok. “Biasanya satu pack masih terjangkau, sekarang naik hampir dua kali lipat. Pembeli protes, tapi saya juga bingung mau gimana,” ujar salah satu pedagang di Pasar Bojonggede.

Kenaikan harga kantong plastik ini juga dikhawatirkan menimbulkan efek domino, termasuk meningkatnya biaya operasional UMKM dan pedagang kecil yang selama ini sangat bergantung pada plastik untuk aktivitas jual beli sehari-hari.

Pemred Mata Lensa menegaskan bahwa isu ini harus menjadi perhatian bersama. “Jangan sampai masyarakat dibebani terus. Kami berharap ada langkah cepat agar harga kembali normal.”

Saat ini situasi masih terus berkembang, dan tim redaksi akan terus melakukan pemantauan serta menghadirkan informasi terbaru kepada pembaca. (Handika)

Loading