Bogor | Detak Media.com
Kota hujan bersiap menyambut malam budaya. Jalan-jalan utama di pusat Kota Bogor akan berubah wajah. Bukan lagi deru kendaraan yang mendominasi, melainkan iring-iringan penari, musik tradisional, dan langkah kuda para pejabat daerah dalam gelaran Kirab Mahkota Binokasih, Jumat malam (8/5/2026).
Pemerintah Kota Bogor bersama aparat kepolisian mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran demi mengamankan jalannya acara budaya yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Barat tahun ini.
Rute kirab membentang sepanjang 3,2 kilometer. Prosesi dimulai dari kawasan Museum Pajajaran Batutulis, kemudian melewati Jalan Lawang Gintung, Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga berakhir di kawasan Lawang Suryakencana, Bogor Tengah.
Jalan Suryakencana akan ditutup total mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Kawasan kuliner legendaris tersebut dipastikan steril dari kendaraan roda dua maupun roda empat demi kelancaran acara.
Selain itu, polisi juga menerapkan rekayasa satu arah sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB di sejumlah ruas jalan yang dilintasi kirab budaya. Kendaraan dari arah Otista maupun Jalan Siliwangi akan dialihkan menuju jalur alternatif untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Warga Bogor diperkirakan harus lebih bersabar menghadapi kepadatan kendaraan pada sore hingga malam hari. Namun malam itu memang dipersiapkan bukan untuk terburu-buru, melainkan untuk menikmati kemegahan budaya Sunda yang jarang tersaji di tengah kota.
Sebanyak 885 penari dari berbagai daerah di Jawa Barat dijadwalkan ikut memeriahkan kirab budaya tersebut. Tidak hanya itu, sebanyak 27 kelompok kesenian tradisional dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat juga akan tampil membawa kekayaan budaya daerah masing-masing.
Perhatian masyarakat dipastikan tertuju pada kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Forkopimda yang disebut akan mengikuti iring-iringan kirab dengan menunggang kuda. Pemandangan tersebut dipastikan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan yang hadir.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir mencapai 2.000 hingga 3.000 orang.
“Bisa terbayang kemeriahannya dalam kirab pawai budaya ini,” ujarnya.
Kirab Mahkota Binokasih sendiri bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi simbol pelestarian sejarah dan warisan budaya Sunda yang terus dijaga lintas generasi. Mahkota Binokasih dikenal sebagai salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Sunda yang memiliki nilai filosofis tinggi bagi masyarakat Tatar Sunda.
Panitia menjadwalkan kirab mulai berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Namun prosesi diharapkan dapat dimulai lebih awal agar seluruh rangkaian kegiatan selesai tidak terlalu malam.
Bagi masyarakat yang hendak melintas kawasan pusat Kota Bogor pada Jumat malam, disarankan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi acara. (Ika Dewi)
![]()
