Banjar | Detak Media.com
RSUD Kota Banjar mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah unggahan akun TikTok @manusiaplural viral di media sosial.
Pengunggah membagikan pengalaman keluarganya saat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut.
Warganet pun berbondong-bondong meramaikan kolom komentar dengan membeberkan pengalaman serupa.
Banyak penonton mengeluhkan pelayanan yang dinilai lambat, prosedur berbelit, hingga dugaan diskriminasi antara pasien BPJS dan pasien umum. Meski demikian, beberapa netizen juga memberikan kesaksian positif terkait pelayanan di rumah sakit tersebut.
Soal Korset Berbayar bagi Pasien BPJS
Pengunggah menceritakan bahwa neneknya menjalani perawatan setelah terjatuh. Dokter kemudian merujuk penggunaan korset.
Pihak keluarga awalnya menerima informasi bahwa stok korset sedang kosong. Namun, petugas kemudian menyebutkan alat tersebut tersedia jika keluarga bersedia membayar.
“Nilainya Rp400 sampai Rp600 ribu. Ini gimana? Pasien BPJS dan itu korset sudah harusnya di-cover sama BPJS,” tegas pengunggah, Selasa (15/9/2026).
Kepastian mengenai penjaminan korset dalam kasus ini masih memerlukan verifikasi serta penjelasan resmi dari manajemen RSUD Kota Banjar dan BPJS Kesehatan.
Soroti Masalah Kebersihan dan Status Akreditasi
Kritik pengunggah juga menyasar kebersihan area rumah sakit, kemunculan kucing di ruang perawatan, hingga penataan tempat sampah yang dinilai berantakan.
“Harusnya pelayanan-pelayanan itu bagus sekali kepada masyarakat,” ujarnya.
Pengunggah juga mempertanyakan kesesuaian kondisi fasilitas di lapangan dengan status RSUD Kota Banjar yang menyandang predikat rumah sakit tipe B dan berakreditasi paripurna.
Singgung Piutang Pasien Umum Rp439 Juta
Isu lain yang tak kalah menyita perhatian adalah terkait pencatatan administrasi keuangan.
Akun @manusiaplural mengklaim mengantongi data piutang pasien umum sebesar Rp439 juta untuk periode Januari hingga September 2026. Ia juga menyebut piutang tahun-tahun sebelumnya mencapai angka miliaran rupiah.
“Siapa saja masyarakat yang berutang ketika berobat ke RSUD, saya akan cek nanti benar nggak data-data itu atau ada penyimpangan di sana. Ini baru dugaan, baru sangkaan,” katanya.
Ia mengajak aktivis Kota Banjar untuk ikut mengaudit data tersebut guna mengantisipasi potensi penyelewengan.
Silang Pendapat Netizen di Kolom Komentar
Unggahan tersebut memicu gelombang komentar dari warganet. Akun @UcupHusna meluapkan kekecewaannya terkait sikap petugas.
“RSUD BANJAR MAH, KAWAS TEU NYARAKOLA NU GARAWENA, NYA JARUDES, PENANGANA LEMOT, LOBA DI ANTEP.. (Pegawai RSUD seperti tidak sekolah, judes, penanganannya terlambat, dan banyak mengabaikan),” tulisnya.
Sementara itu, akun @jabal astamala menceritakan pengalamannya saat mengurus operasi sang istri.
“Waktu mau operasi tumor payudara istri, ketika dftar pke BPJS alasannya dokternya lagi ada praktik di Margono… Pas ganti dengan tidak pakai BPJS, tapi mandiri, langsung direspons cepat. Saya nunggu cuma jam-jaman,” ungkapnya.
Namun, akun @Prans Architecture justru membagikan pengalaman sebaliknya.
“Tp alm bapak 2 tahun cuci darah di sana alhamdulilah pelayanan sangat bagus…” tulisnya.
Hingga saat ini, publik masih menunggu klarifikasi serta respons resmi dari manajemen RSUD Kota Banjar guna meluruskan seluruh tudingan yang beredar.
Sampai berita ini dibuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak RSUD Kota Banjar. Pihak rumah sakit baru menyampaikan bahwa persoalan tersebut sedang ditindaklanjuti oleh manajemen RSUD Kota Banjar. (Suryatno)
![]()
