Asahan, Detakmedia.com

Sebagai Perkebunan milik BUMN, tentunya PTPN III Kebun Sei Silau juga terikat dengan ketentuan dan aturan yang diterapkan oleh pihak Direksi PTPN III khususnya, dan umumnya aturan Holding Nusantara.

Namun kenyataannya, berdasarkan temuan dari tim Investigasi DPC KONTRAS-RI Asahan, yang saat itu mereka melintas areal Perkebunan milik PTPN III Kebun Sei Silau, pada hari Kamis (02/12/2021) sekitar pukul 09.30 Wib.

Menurut tim DPC Kontras-RI Asahan, karena melihat hal yang kurang enak di pandang mata, di mana pada setiap dua gawang (jarak tanam), pasti dijumpai pohon kelapa sawit yang keadaannya sangat memprihatin, dan semakin kita masuk kedalam areal perkebunan milik Afdeling II Kebun Sei silau tersebut, maka semakin banyak kita jumpai pohon kelapa sawit yang nyaris tinggal batangnya saja.

Menanggapi hal temuan tim nya, Juriah selaku ketua DPC KONTRAS-RI Asahan, kepada awak media menuturkan, “masih hitungan satu block saja yang kita jalani, kita sudah temukan ratusan pohon kelapa sawit yang rusak berat, bahkan bisa di bilang gagal panen, pohon di sekitarnya kita akui tumbuh bagus dan berproduksi, namun banyak kita jumpai pohon yang rusak berat, dalam setiap dua gawang (jarak titik tanam) pasti di jumpai pohon kelapa sawit yang keadaannya sangat memprihatinkan seperti itu,” ucap Juriah.

“Jika kita cerita kerugian negara, tentunya kita sudah susah untuk menghitungnya bang, karena angkanya pastinya sudah cukup besar, karena kita mesti mulai hitung dari harga bibit, sampai dengan bibit itu di tanam dan di rawat, terus kita hitung dari jumlah pohon yang rusak itu seandainya menghasilkan produksi, dan perpohonnya sudah bisa menghasilkan berapa puluh kilogram, maka kita kalikan dengan jumlah pohon yang mencapai ratusan pohon yang rusak itu, tentunya PTPN III Kebun Sei Silau sudah membuat kerugian negara yang angkanya bisa mencapai ratusan juta rupiah, ucap Ketua Kontras-RI lebih rinci.” Jelas Juriah Ketua Kontras RI Asahan.

Menyikapi terhadap temuan tim DPC Kontras-RI Asahan, awak media mencoba kroschek kebenaranya, hari itu juga awak media ke lapangan afdeling II Kebun Sei Silau, masih di dekat lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) saja awak media sudah bisa menemukan pohon kelapa sawit yang rusak seperti yang di ceritakan tim Kontras-RI Asahan, bahkan yang lebih parah lagi awak media juga menemukan banyaknya buah kelapa sawit yang membusuk di pohonnya, juga areal yang lumayan cukup parah (rendahan), kita jumpai Dongkel Anak Kayu (DAK) nya tidak terrealisasi.

Selanjutnya, melalui via WhatsApp, awak media mencoba menghubungi Asisten Personalia Kebun (APK) selaku humasnya, namun sangat di sayangkan, sang APK hanya menjawab konfirmasi langsung saja ke Asistennya, dan saat awak media meminta nomor kontak Asisten Afdeling II, sang APK sudah tidak berkenan menjawab lagi.

Sampai dengan berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PTPN III Kebun Sei silau, terkait temuan tim DPC Kontras-RI Asahan.

Di harapkan, setelah naiknya berita ini, pihak Direksi PTPN III bersama tim lapangannya, bisa lebih serius dalam mengaudit lapangan di Perusahaan milik BUMN, mengingat dalam UU Perkebunan nomor 29 tahun 2000 jelas diatur jika Varietas tanaman harus di jaga dengan baik. (Supri Agus)

Loading

By redaksi