KesehatanPemerintahanPendidikanSumatera Utara

Hibur Anak SD Yang Divaksin, Tiga Tentara Rela Jadi Karakter Kartun

Belitung Timur, Detakmedia.com

Suasana vaksinasi, Senin (17/1/22), di SD Negeri 16 di Desa Padang Kecamatan Manggar tampak berbeda. Hampir tak terlihat ketakutan di wajah siswa, yang akan disuntik vaksin.

Perhatian para siswa lebih kepada kehadiran Winnie The Pooh, Angry Bird dan Donald Bebek yang menemani mereka vaksin. Bahkan seusai divaksin, beberapa siswa meminta untuk berfoto bersama karakter kartun tersebut.

Ternyata dibalik kartun karakter tersebut ada tiga personil Komando Rayon Militer (Koramil) 414-02 Manggar, yakni Serda Juliansyah, Serda Supriyadi dan Kopda Tedy Darmawan. Mereka rela melepas seragam loreng dan menggantinya dengan kostum karakter kartun dan ingin terlihat lucu untuk menghibur anak-anak SD yang sedang divaksin.

Serda Supryadi mengatakan mau memakai kostum karater Winnie The Pooh untuk memberi semangat dan menghibur siswa SD mau divaksin. Mengingat banyak siswa yang takut dan menangis saat disuntik vaksin.

Karena untuk menarik anak-anak agar mau divaksin. Biar menghilangkan rasa takut anak-anak, bila disuntik,” ungkap Supriyadi.

Tak ada rasa gengsi dan malu saat menggenakan kostum karakter. Bahkan keringat tampak keluar dari mengingat kostum yang digunakan cukup panas.

Kalau kita gak ada rasa malunya, demi kepentingan bersama, demi kepentingan negara. Yang penting target vaksinnya tercapai,” ujar Babinsa Kurnia Jaya tersebut.

Komadan Koramil Manggar Mayor Djoko Lelono mengatakan pengunaan kustum karakter saat vaksin ini karena bertepatan dengan Hari Vaksin Serentak Kodam II Sriwijaya, Vaksin Ceria bagi anak-anak yang berusia 6-12 tahun.

Namun pemakaian kostum karakter kartun hanya di Kabupaten Beltim.
Kebetulan Kodim 0414 Belitung, ada dua wilayah, satu di Kabupaten Belitung satu di Kabupaten Beltim. Kalau vaksinasi di Beltim satu di SDN 16 Manggar, satu di SDN 15 Gantung,” kata Djoko.

Diakuinya penggunaan kostum karakter kartun merupakan inisiasi Koramil Manggar. Djoko pun harus menyewa kostum Rp 450.000 per hari untuk tiga karakter.

Instruksi dari atas memang harus melakukan inovasi. Awalnya kita mau pakai badut, cuman kan kalo badut banyak anak-anak yang takut,” ungkap Djoko.

Djoko mengatakan penggunaan kustum karakter kartun untuk anggota Koramil Manggar akan digunakan untuk membantu mensukseskan program vaksinasi ceria anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Beltim.

Program ini akan terus kita laksanakan. Koramil Kampit sama Manggar. Ini salah satu inovasi untuk mengajak masyarakat terutama anak-anak, ayolah kita vaksin,” ujar Djoko.

Selain berinovasi dengan menjadi karakter kartun, Koramil Manggar juga memberikan bingkisan berupa buku dan alat tulis untuk para siswa yang sudah divaksin. (Tomy)