Kab. Bogor, DetakMedia.com

SDN Pasir Angin 01 yang berlokasi di Jl. Mandor Senan Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, terus mengoptimalkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pasca liburan semester ganjil yakni saat sekolah dimulai sejak 17 Januari 2022, karena waktu masa libur sekolah anak sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1.

Hal ini dikemukakan Kepala Sekolah SDN Pasir Angin 01 Mustopa, SPd, saat bincang-bincang dengan awak Detakmedia.com di kantor nya Kamis 20/1/2022. Memang sampai saat ini pihaknya masih mengacu pada rekomendasi Pemerintah termasuk satgas Covid-19 Kecamatan Cileungsi PTM 50 %.

“Alhamdullilah SDN Pasir Angin 01 termasuk yang *pertama* mendapatkan rekomendasi PTM tempo hari. Hal ini dimungkinkan kesiapan kita Guru guru sudah divaksin dan perlengkapan untuk Prokes, seperti tempat mencuci tangan sudah lengkap” tuturnya.

Mustopa menambahkan bahwa sejak dimulainya PTM jelang akhir tahun 2021 lalu sampai saat ini pihaknya bersyukur tidak ada dan mudah-mudahan tidak terjadi anak didik terpapar Covid-19. Prokes dilaksanakan secara ketat.

“Dan saat sekolah buka kembali tanggal 17 Januari 2022, anak didik SDN Pasir Angin 01 sudah divaksin saat masa libur tanggal 10 Januari 2022, kerjasama dengan Polsek Cileungsi, dari 452 orang siswa yang menjadi sasaran vaksinasi usia 6 – 12 , dari kelas 1 sampai kelas 6, saat itu sudah berhasil divaksin sinovac dosis 1 sebanyak 333 siswa Sisa 122 orang siswa karena alasan waktu itu ada yang liburan, dan alasan kesehatan sehingga belum divaksin”, jelas Mustopa.

Lanjutnya pihaknya mendorong siswa yang belum divaksin alasan kesehatan, untuk konsultasi dengan dokter anak dan kalau kondisi kesehatannya baik, nanti bisa diarahkan vaksin ke sentra vaksinasi di tempat lain. Dan pihak sekolah pun sudah menjadwalkan di bulan Februari melanjutkan vaksinasi dosis 2 dan yang belum bisa berbarengan nantinya divaksin untuk dosis 1.

“Alhamdullilah saya melihat antusiasme orang tua siswa SDN Pasir Angin 01, mengizinkan anaknya divaksin tidak ada penolakan. Yang belum tervaksin hanya karena alasan kesehatan menunggu fit dan siap divaksin” ungkap Mustopa menanggapi segilintir pihak yang belum mengizinkan anaknya divaksin.

Mustopa berharap seiring dengan berjalannya program vaksinasi anak didik usia 6 -11 tahun di sekolahnya, akan bisa mengoptimalkan PTM sampai 100 %.

“Mudah-mudahan kedepannya dalam waktu dekat, kegiatan belajar mengajar (KBM) normal 100 %, sehingga peserta didik mendapatkan pendidikan secara maksimal” pungkasnya.
(Gultom).

Loading

By redaksi