Jakarta, Detak Media.com

Presiden RI Joko Widodo dinilai membawa harapan dan kemajuan Papua. Meski ditengah masih adanya muncul berita negatif dan permasalahan di Papua, Pemerintah Pusat dinilai memberikan perhatian yang sangat positif bagi bumi Cendrawasih.

Hal itu dibenarkan Izak R Hikoyabi dalam Webinar Tim Amerop bekerjasama dengan Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (PETJ). Sebagai tokoh pemuda Papua menilai ada beberapa hal dalam perubahan yang signigikan terhadap masyarakat Papua.

“Keluasan mengelola anggaran bagi Pemerintah Papua. Yaitu adanya dana otonomi khusus Papua dari awal sampai 2020  senilai Rp 126,99 T. Meskipun perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terkait anggaran yang besar ini,”ujarnya seusai Webinar Let’s Talk About Papua dengan tema ”In The Eyes of Young Papuan, Sabtu (27/102020).

Izak mengungkapkan, langkah Jokowi dinilai cukup efektif dengan melakukan pendekatan dialog guna mengurai persoalan dan merumuskan solusi alternatif.

Ia menambahkan, tidak kalah pentingnya tetap menjalankan kebijakan sebelumnya seperti presiden SBY yang mengedepankan pendekatan kesejahteraan dibandingkan pendekatan keamanan.

Menurutnya, Integrasi nasional dan NKRI harga mati adalah pondasi yang dibangun atas kesejahteraan, keadilan diatas tatanan hukum yang menghargai konteks sosial budaya.

“Bisa dihitung, Jokowi datang ke Papua bisa sampai 15 kali bahkan lebih. Komunikasi seperti ini diapresiasi. Terlebih lagi dengan adanya Inpres nomor 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan propinsi Papua dan Papua Barat. Keppres nomor 20 tahun 2020 tentang Tim koordinasi terpadu percepatan pembangunan di Propinsi Papua dan Papua Barat,” paparnya.

Dia menambahkan, sejumlah langkah strategis tersebut telah membawa perubahan pada Papua seperti infrastruktur, pendidikan, sosial, ekonomi dan lainnya.

“Dana Otsus Papua memiliki dampak positif secara signifikan. Baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan lainnya. Meski begitu, dana Otsus harus dievaluasi. Anak Papua harus diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam bidang pendidikan untuk membangun Papua lebih baik,”harapnya.

Dalam Webinar tersebut sebagai moderator: Enggi Holt dan Host: Shandy Adiguna. Narasumber: Mr. Ali Kabiay,  Steve Mara, Izak Randi Hikoyabi dan Dian May Fitri. (Red).

Loading

By redaksi