Kab. Bogor, Detak Media.com

Pasca libur Lebaran Tahun 2021, UPT Puskesmas Cileungsi Kabupaten Bogor, kegiatan vaksinasi Covid-19 semakin masif dilaksanakan baik secara kuantitas dan kualitas artinya jumlah yang divaksin semakin banyak dan sasaran disesuaikan dengan aturan pemerintah saat ini yang menyasar Lansia, tenaga kependidikan dan pelayan masyarakat. Vaksinasi dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat dari jam 8 sampai jam 12 siang. Hal ini disampaikan Dr Faraitody Itamy selaku Kepala Puskesmas Cileungsi , kepada awak media di kantornya Jumat siang (4/6/2021).

“Disesuaikan dengan stock vaksin yang kita terima, setiap hari nya warga yang disuntik vaksin bisa mencapai 400 orang, dari sebelumnya dikisaran 250 orang. Tetapi tenaga vaksinator yang kita miliki juga terbatas, jadi kerjanya sampai jam 12 siang, karena lewat dari jam itus mereka sudah kelelahan” ujar Faraitody yang juga baru bertugas di Puskesmas Cileungsi tersebut.

Bahkan direncanakan dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor serta UPT Puskesmas Cileungsi, akan melaksanakan Vaksinasi massal dengan menargetkan 2000 orang untuk divaksin Covid-19, dalam sehari itu.

“Lokasinya tadinya diplot di daerah Mekarsari, tapi saat webinar dengan Sekretaris Daerah/Sekda Kabupaten Bogor sekaligus ketua harian satgas Covid-19 Pemkab Bogor, Burhanuddin, beliau menginginkan lokasinya tidak terkonsentrasi disatu tempat tetapi dibagi jadi 4 tempat jadi masing-masing 500 orang, dan wilayah Cileungsi dipilih karena dinilai termasuk 4 besar yang harus mendapat prioritas program vaksinasi, mengingat kepadatan penduduknya” tambah Dr Faraitody

Puskesmas Cileungsi juga mendidik para Tracer, untuk lebih handal mensosialisasikan dan menjalankan program 3 T, yakni Tracing, Testing dan Treatment. Tenaga atau kader 3T ini adalah juga kader posyandu dari 4 Desa terdekat, yakni Cileungsi, Cileungsi Kidul, Dayeuh dan Limusnunggal..

Tugas kami adalah memastikan tempat tinggal orang yang mempunyai gejala atau positif Covid-19 atas permintaan tenaga medis dan melaporkannya ke Bidan Desa setempat”. Ujar Hastuti kader tracer dari Desa Limusnunggal kepada awak media.

” Adapun upaya 3T atau tindakan pendataan, dan penanganan, pasien Covid-19, yakni dengan melakukan test Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment). 3T adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19. Para Tracer melacak keberadaan tempat tinggal orang yang mempunyai gejala-gejala atau telah positif terkena Covid-19, sehingga memudahkan kita melakukan penanganan” jelas Dr Faraitody

“Kita berharap masyarakat lebih proaktif terhadap pandemi Covid-19, dan tidak perlu takut untuk disuntik vaksin, supaya pandemi Covid-19 bisa dikendalikan agar kesehatan dan ekonomi cepat pulih” pungkas Dr Faraitody Itamy diakhir perbincangan.

Penulis : Gultom

Editor : Irfan Lubis

Loading

By redaksi